Kenali Dan Cegah 3 Permasalahan Kependudukan Besar Di Indonesia
Masalah kependudukan adalah masalah mengenai dinamika
keadaan penduduk.Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk tertinggi ke-4
di Dunia.Menurut BPS,jumlah penduduk Indonesia tahun 2022 mencapai 275,7 juta jiwa
dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,13%.Jumlah penduduk sebanyak ini
merupakan bom waktu bagi Indonesia apabila tidak diatasi dengan baik dan
cepat.Masalah kependudukan di Indonesia adalah sebagai berikut
A.Persebaran
penduduk yang tidak merata
Persebaran penduduk merupakan serangkaian bentuk upaya pemerataan jumlah masyarakat yang
ada di suatu wilayah atau negara dengan tujuan untuk mengatasi
permasahanan-permasahanan yang timbul akibat gejolak sosialnya, seperti
meningkatnya jumlah pengangguran dan kriminalitas.
Persebaran penduduk di Indonesia terlalu terpusat ke Jawa. Direktorat Jenderal Kependudukan dan
Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk
di 6 provinsi di Pulau Jawa mencapai 154,34 juta jiwa pada Juni 2022 sedangkan
jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,7 juta jiwa.Data tersebut menunjukkan
bahwa terjadi ketidakmerataan persebaran penduduk di Indonesia.Persebaran
penduduk yang tidak merata di Indonesia terjadi karena beberapa hal
1.Faktor
fisiografis
Masyarakat Indonesia cenderung
memilih tempat yang subur,air bersih melimpah,strategis,dan aman.
2.Faktor
biologis
Berkaitan dengan perbedaan tingkat
kelahiran,tingkat kematian,dan perkawinan.
3. Faktor
kebudayaan dan teknologi
Masyarakat Indonesia memilih daerah
dengan teknologi dan kebudayaaan yang lebih maju seperti Ibu Kota atau
kota-kota modern lainnya.
4.Faktor
pendidikan
Pemerataan fasilitas pendidikan untuk
merantau ke tempat yang lebih baik dalam menuntut ilmu.Hal ini menyebabkan terjadinya
penumpukan pelajar dalam suatu wilayah.
5.Faktor
kesehatan
Pemerataan fasilitas kesehatan di
Indonesia masih kurang memadai.Hal ini memaksa masyarakat untuk pindah untuk
mencari fasilitas Kesehatan yang lebih baik
Ketidakmerataan penduduk di Indonesia
adalah kondisi yang berbahaya bagi Indonesia.Apabila dibiarkan secara
terus-menerus maka akan menimbulkan dampak yang besar.Berikut adalah
dampak-dampak akibat ketidakmerataan penduduk di Indonesia
-Kemiskinan
-Sandang,papan,dan
pangan semakin sulit didapatkan
-Pengangguran
meningkat
-Kriminalitas
marak terjadi
-Munculnya
pemukiman kumuh
-Maraknya
stunting pada anak
-Polusi
semakin banyak
-Lahan
pertanian semakin berkurang
Dalam mengatasi penyebaran penduduk
yang tidak merata.Ada beberapa solusi yang dapat dilaksanakan.
-Pemerataan
pembangunan
-Penciptaan
lapangan kerja di kota yang jarang penduduk dan pedesaan
-Mengembangkan
pedesaan menjadi wilayah yang maju
-Penyuluhan
kepada masyarakat mengenai pengelolaan alam
-Peningkatan
fasilitas Kesehatan di seluruh negeri
-Penyuluhan
gaya hidup sehat
-Pemerataan
fasilitas Pendidikan beserta peningkatan kualitas
B.Jumlah
penduduk dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi
Pemerintah
selalu mengadakan sensus penduduk setiap 10 tahun sekali sesuai Peraturan
Pemerintah tahun 1960 pasal 3.Pada tahun 1930,hasil sensus pemerintah Hindia
Belanda menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berjumlah 60,7 juta jiwa.31 tahun
kemudian,sensus dilakukan Kembali.Berikut hasil sensus Indonesia dari tahun ke
tahun
Jumlah
penduduk Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun.Pertumbuhan penduduk di
Indonesia juga tergolong tinggi karena diatas 1% per tahun.
Zonautara.com
Badan pusat statistic
Menurut data BPS,jumlah penduduk
Indonesia September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa sedangkan luas daratan
Indonesia hanya sebesar 1,9 juta km.Hal ini menyebabkan kepadatan penduduk
Indonesia sebanyak 141 jiwa per km.Laju pertumbuhan penduduk dari 2010-2020
sebesar 1,25%.
Apabila terus dibiarkan tanpa
penanganan maka akan menyebabkan banyak masalah.Diantaranya
-Pembangunan semakin terhambat
Walaupun pemerintah telah
memberlakukan beberapa perbaikan seperti kondisi jalan kurang layak turun
menjadi 10,62%,air bersih naik menjadi 25,78%(Kementrian Pu-pera 2017),dan kenaikan
rasio elektrifikasi sebesar 95,35% di Indonesia(Kementrian ESDM 2017).Selama
pertumbuhan penduduk mencapai diatas 1% maka pembangunan akan tetap terhambat.
-Kelangkaan
Tingginya jumlah penduduk dalam suatu
wilayah akan menyebabkan kelangkaan barang dan jasa termasuk sandang,papan,dan
pangan.Hal ini dikarenakan jumlah penduduk akan menyebabkan permintaan
melambung tinggi sedangkan penyediaan stok tidak dapat mengimbangi
-kemiskinan
Tingginya jumlah penduduk dapat
menyebabkan kemiskinan.Hal ini dikarenakan terjadinya pengangguran secara
massal akibat kekurangan lowongan kerja dan harga barang yang melambung tinggi
sebagai efek dari kelangkaan.Walaupun ada program subsidi namun apabila
pertumbuhan tidak diatasi dengan baik maka akan menyebabkan negara jatuh
kedalam krisis moneter.
-Kesehatan yang buruk
Jumlah penduduk yang tinggi akan
menambah pencemaran di lingkungan sekitar.Walaupun ada tempat pembuangan sampah
akhir namun apabila tidak seimbang dengan jumlah penduduk maka limbah-limbah
akan dibuang sembarangan.Hasilnya adalah pemukiman kumuh yang menyebabkan kesehatan
semakin buruk termasuk kesehatan anak-anak.Kondisi kelangkaan akibat dari
masalah kependudukan juga menambah beban masyarakat yang ingin menggunakan
fasilitas kesehatan.Pemukiman kumuh adalah bukti dari masalah kependudukan di
Indonesia.
Dalam mengatasi jumlah penduduk yang
rendah,ada beberapa solusi yang dapat dilaksanakan
-Melaksanakan program Keluarga
Berencana(KB)
-Meningkatkan kualitas Pendidikan
-Menciptakan lowongan kerja
-Melakukan pemerataan pembangunan
-Meningkatkan fasilitas kesehatan
C.Kualitas
penduduk yang rendah
Walaupun
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tinggi,wilayah yang luas,dan kaya akan
sumber daya alamnya.Namun,kualitas penduduk Indonesia masih tergolong
rendah.Daya beli yang rendah,mutu Pendidikan yang tertinggal,tingkat Kesehatan
yang kurang,dan kurangnya kesadaran akan Pendidikan.
Menurut data
dari BPS, Angka Partisipasi
Sekolah (APS) untuk anak usia 7-12 tahun dan 13-15 tahun di Indonesia terpantau
mengalami penurunan pada 2022. Sebaliknya, APS usia 16-18 tahun terpantau
meningkat.Penurunan ini menunjukkan bahwa kualitas Pendidikan di Indonesia
masih kurang yang bearti mempengaruhi pada kualitas penduduk yang rendah.Namun
ironisnya,walaupun banyak anak di Indonesia yang bersekolah Indonesia tetap
saja digolongkan sebagai penduduk dengan kualitas yang rendah.Menurut PISA
2019,Literasi Indonesia menempati peringkat 62 dari 20 negara.Angka melek huruf
di Indonesia sendiri masih belum mencapai 98,29% sedangkan 1,31% penduduk masih
tidak melek(Susenas BPS 2020).Adamas Belva Syah Devara berkata bahwa Pendidikan
Indonesia tertinggal 128 tahun jika dilihat dari PISA 2019.
Penyebab
kualitas penduduk Indonesia rendah antara lain
-Rendahnya
pendapatan
-Rendahnya
kualitas pendidikan atau tingkat pendidikan
-Rendahnya
tingkat kesehatan
Cara
meningkatkan kualitas penduduk Indonesia adalah
-Meningkatkan
kualitas Pendidikan seperti meningkatkan kualitas pendidik,dan memodifikasi
kurikulum
-Meningkatkan
dan memeratakan fasilitas Kesehatan
-Meningkatkan
pendapatan penduduk seperti bantuan modal untuk membuka usaha sendiri,atau
pelatihan kewirausahaan.
Posting Komentar untuk "Kenali dan Cegah 3 Permasalahan Kependudukan Besar di Indonesia"