zmedia

Mengambil Hikmah Kehidupan dari Tari Piring Suku Minang

 

Source:Gramedia.com

Setiap tarian tradisional yang diwariskan turun-temurun pasti memiliki makna dalam penciptaannya termasuk gerakan tari tersebut. Bisa dibilang bahwa tarian tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tapi juga dapat menjadi pelajaran bagi kita yang diberikan secara tersirat. Karena tari di Indonesia sangatlah banyak jadi saya akan membahas tari yang terkenal terlebih dahulu yaitu tari piring. Insya allah yang kurang terekspos akan saya bahas juga

Tari piring, yap tari ini adalah salah satu budaya lokal yang berasal dari suku Minangkabau. Tari ini dibawakan dengan menggunakan piring sebagai properti utama sekaligus ikonik dari tari ini sendiri. Apa hikmah kehidupan yang dapat diambil dari Tari Piring? Yuk kita selami!

Sejarah Tari Piring

            Sebelum kita mencari hikmahnya, kita perlu tahu sejarah tari piring. Ibaratnya kita mau berteman maka kita harus mengetahui nama teman kita. Tari Piring ternyata berasal dari Solok, Sumatra Barat. Tari ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-12 dan dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada dewa-dewa pada masa itu atas panen yang berlimpah. Mereka berbahagia membawa sesajen sambil meliuk-liuk menari sebagai persembahan. Setelah islam masuk ke pulau Sumatra, nilai-nilai islam mulai masuk ke dalam berbagai budaya masyarakat pulau tersebut termasuk tari Piring. Pemujaan terhadap dewa-dewa dihapuskan dan diganti menjadi tarian penyambutan tamu, pernikahan, persembahan kepada raja, dan lain sebagainya.

Gerakan Tari Piring

            Gerakan tari piring terdiri dari 17 gerakan antara lain sebagai berikut

Gerak Pasambahan (Penyambutan)

Dalam bahasa Minang, Pasambahan artinya Penyambutan. Gerakan ini biasanya menjadi pembuka dari segala jenis tari piring. Maknanya adalah sebagai ucapan rasa syukur kehadirat Allah SWT.

Makna lain adalah sebagai permintaan maaf kepada hadirin yang menyaksikan, bilamana terjadi kecelakaan, kesalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya selama tarian berlangsung, baik dari para penari maupun penonton yang menyaksikan.

Gerak Singanjua Lalai

Yang kedua bernama Singanjua Lalai. Dimainkan oleh penari Wanita dengan makna kesejukan dan ketentraman suasana indah di pagi hari.

Gerak Mencangkul

Gerakan Tari Piring berikutnya yakni Sesuai dengan namanya, tentulah bagian ini diperankan oleh pria, dimana mengekspresikan seorang petani yang sedang mencangkul di sawah atau ladang miliknya.

 

 

Gerak membuang sampah

Pada gerakan ini para penari yang seperti melempar atau menenarkan sesuatu ke lantai, dimana maknanya takni menabur benih-benih padi yang akan ditanam ke tanah.

Gerakan memagar

Pada gerakan ini, para petani pria yang sedang membuat dan memasang pagar pembatas di tepi ladang, untuk menghindari serangan binatang perusak tanaman.

Gerak Menyiang

Dalam bahasa Minang dan Melayu Minangkabau, kata ‘Miang’ berarti membersihkan. Pada gerakan ini, para penari pria membersihkan sampah dedaunan dan dan akar-akar kayu yang mengganggu di tanah tempat penanaman.

Gerak Menyemai

Contoh Gerakan Tari Piring selanjutnya ini Tidak jauh berbeda dengan gerakan no. 4 diatas, pada gerakan ini menggambarkan para petani yang Menyemai benih-benih padi untuk kemudian ditanam.

Gerak Mencabut dan Bertanam

Pada gerakan ini, para penari menampilkan gaya mencabut benih yang sudah ditanam di tempat lain, kemudian dipindahkan dan ditanamkan pada tanah yang sudah disediakan pada lahan yang ada.

Gerakan Melepas Lelah

Jenis Gerakan Tari Piring selanjutnya yakni mendeskripsikan bagaimana para petani beristirahat melepas lelah, setelah bekerja menanam benih di sawah atau ladang.

Gerakan Mengantar Juadah

Di sela-sela beristirahat, ada gerakan bernama mengirim makanan (Juadah), dimana para penari menampilkan gerakan selayaknya orang yang menghantarkan makanan kepada para petani.

Gerak Menyabit dan Mengambil Padi

Gerakan ini memperlihatkan bagaimana penari pria sedang bekerja di sawah saat menyabit padi, kemudian padi yang sudah terpotong tersebut diulurkan dan diambil oleh penari wanita.

Gerak Manggampo dan Menganginkan Padi

Manggampo dalam Gerakan Tari Piring artinya disini adalah kegiatan memindahkan padi yang sudah dikumpulkan, lalu dipindahkan ke tempat lain. Kemudian padi tersebut dianginkan, yakni memisahkan padi dan dan kulitnya yang terkupas.

Gerak Mengikir dan Membawa Padi

Memperlihatkan gerakan dalam mengumpulkan dan memindahkan padi ke tempat lain, untuk kemudian dijemur di bawah terik matahari.

Gerak Menumbuk

Setelah padi tersebut di jemur dan jering, setelah itu baru dirumbuk oleh penari pria. Sedangkan penari wanita ialah bagian mencurahkan padi.

Gerak Bergotong Royong

Gerakan ini dilakukan secara kompak sebagai lambang kerjasama dan dan sikap bekerja dalam kelompok yang adil.

Gerak Menapih Padi

Pada gerakan ini, terlihat tarian yang menggambarkan bagaimana para petani membersihkan padi yang sudah menjadi beras dari kotoran yang ada, dalam bahasa minang dikenal dengan istilah ‘Tapih’ atau menyaring yang baik dan membuang buruknya.

Gerak Menginjak Pecahan Kaca

Nah, jenis gerakan dalam Tari Piring yang terakhir ini adalah atraksi dari para penari, yang menginjak-injak pecahan kaca, serta diikuti berbagai macam improvisasi tarian yang beragam.

Properti Tari Piring

            Propertinya sendiri berupa:

·         Piring

·         Alat musik berupa Saluang dan Talempong

·         Damar

·         Kostum dengan berbagai corak warna

Hikmah Tari Piring

            Oke jadi apa hikmah dari tarian ini? Dari pemaparan diatas dapat dikatakan bahwa tarian ini merupakan wujud rasa syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas panen yang melimpah.

Hikmahnya adalah jangan lupa mensyukuri apapun yang kita dapat dari tuhan. Apapun yang kita miliki itu merupakan pemberian tuhan dan tidak akan bisa dimiliki tanpa kehendak Tuhan. Panen yang berlimpah, air yang mengalir, angin yang bertiup dan macam-macam, semua berasal dari Tuhan. Apakah mengeluhkan bahkan melupakan asal nikmat tersebut adalah hal yang benar? Tidak kawan. Btw Bersyukur itu indah kawan, apapun hal yang kita dapatkan apabila kita syukuri maka akan terasa nikmat dan tidak membebani pikiran kita 😊.

 

Referensi

https://www.gramedia.com/literasi/sejarah-asal-tari-piring/#Properti_yang_digunakan_pada_Tari_Piring

https://kemlu.go.id/kabul/id/read/tari-piring/418/information-sheet

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbsumbar/tari-piring-tarian-tradisional-khas-minangkabau/

https://www.romadecade.org/tari-piring/#!

https://pelajarindo.com/tari-piring-sumatera-barat/

 

Posting Komentar untuk "Mengambil Hikmah Kehidupan dari Tari Piring Suku Minang"